Pembagian dan Penggolongan Antipsikotik

View previous topic View next topic Go down

Pembagian dan Penggolongan Antipsikotik

Post by nurafni on Sat Nov 28, 2015 8:05 pm

Jelaskan pembagian dan penggolongan antipsikotik
Jawaban:
Antipsikotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala psikotik pada pasien skizofrenia. Obat ini dibagi dalam dua kelompok, berdasarkan mekanisme kerjanya, yaitu dopamine receptor antagonis (DRA) atau antipsikotika generasi 1 (APG-1) dan serotonin-dopamine antagonis (SDA) atau antipsikotika generasi II (APG-II).1

A. Antagonis Reseptor Dopamin
Antagonis reseptor dopamin memiliki afinitas yang tinggi, obat ini efektif dalam penanganan skizofrenia, terutama terhadap gejala positif. Antagonis reseptor dopamine mencakup chlorpromazine (Thorazine), thioridazine (Mellaril), fluphenazin (Prolixin), haloperidol (Haldol).1
1. Kerja Farmakologis
Obat antipsikotik tipikal mengurangi gejala psikotik dengan menghambat pengikatan dopamin pada reseptor dopamin D2. Efek antipsikotik tampak berasal dari inhibisi neurotransmisi dopaminergik pada tonjolan dopamin mesokortikal, sedangkan efek simpang parkinson terjadi akibat blokade jaras nigrostriatal. Inhibisi jalur tuberoindunfibular bertanggung jawab terhadap efek endokrin obat. Obat ini mengurangi gejala psikotik akibat gangguan psikiatrik primer, seperti skizofrenia atau keadaan medis lain. 1
2. Indikasi Terapeutik
Antagonis reseptor dopamin dianggap lebih efektif pada terapi gejala positif skizofrenia (cth., halusinasi, waham, dan agitasi) dibandingkan terapi gejala negatif (cth., penarikan diri secara emosional dan ambivalensi) atau disosiasi kognitif. Antagonis reseptor dopamin itu sendiri juga dapat menimbulkan gejala negatif.1

B. Antagonis Serotonin-Dopamin (SDA)
Antagonis serotonin dopamin (SDA) juga disebut sebagai generasi kedua, obat antipsikotik atipikal atau baru dan mencakup risperidone (Risperdal), Olanzapine (Zyprexa), Quetiapine (Seroquel), Clozapin (Clozaril), dan ziprasidone (Zeldox). Antipsikotik atipikal yang baru, Apiprazol (Abilify), dengan mekanisme kerja yang berbeda, yaitu agonis dopamin parsial, memiliki efektifitas dan profil keamanan yang sangat meyerupai SDA. Obat ini memperbaiki dua jenis handaya yang menjadi ciri khas skizofrenia: 1. Gejala positif seperti halusinasi, waham, pikiran terganggu dan agitasi serta 2. Gejala negatif seperti menarik diri, afek datar, anhedonia, miskin pembicaraan, katatonia dan hendaya kognitif. SDA mempunyai risiko gejala ekstrapiramidal yang lebih kecil dibandingkan antagonis reseptor dopamin, yang menghilangkan kebutuhan penggunaan antikolinergik dan efek simpangnya yang mengganggu. 1
SDA juga efektif untuk terapi gangguan mood dengan ciri psikotik atau manik dan untuk gangguan perilaku yang terkait dengan demensia. Olanzapin diindikasikan untuk terapi jangka pendek episode manik akut pada gangguan bipolar I. Semua agen ini dianggap lini pertama kecuali clozapin, yang menimbulkan efek simpang hematologis yang memerlukan pemeriksaan darah mingguan. SDA sama baiknya, atau lebih baik dibandingkan dengan, antipsikotik tipikal (antagonis reseptor dopamin) untuk terapi gejala positif pada skizofrenia dan jelas mengungguli antagonis reseptor dopamin untuk gejala terapi negatif.1
DAFTAR PUSTAKA

1. Sadock, Benjamin J. Sadock, Virginia A. Kaplan & Sadock Buku Ajar Psikiatri Klinis Edisi 2. 2010. Jakarta:EGC. P.147-168.
2. Maslim, R. Penggunaan Klinisi Obat Psikotropika Edisi 3. Jakarta: PT Nuh Jaya.




nurafni

Posts : 7
Reputation : 0
Join date : 2015-10-22

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum