PEMBAGIAN KESADARAN DALAM PSIKIATRI

View previous topic View next topic Go down

PEMBAGIAN KESADARAN DALAM PSIKIATRI

Post by Selvi SulistiaNingsih on Sat Nov 28, 2015 9:12 pm

Menurut Maramis bentuk-bentuk kesadaran yaitu:
1. Kesadaran normal
Adalah suatu bentuk kesadaran yang ditandai individu sadar tentang diri dan lingkungannya sehingga daya ingat, perhatian dan orientasinya mencakup ruang, waktu dan orang dalam keadaan baik.
2. Kesadaran menurun
Adalah suatu bentuk kesadaran yang berkurang secara keseluruhan, kemampuan persepsi, perhatian dan pemikiran.
3. Kesadaran meninggi
Adalah suatu bentuk kesadaran dengan respon yang meninggi terhadap rangsang.
4. Kesadaran waktu tidur
Adalah suatu bentuk kesadaran yang ditandai dengan menurunnya kesadaran secara reversibel, biasanya disertai posisi berbaring dan tidak bergerak.
5. Kesadaran waktu mimpi
6. Kesadaran waktu disosiasi
Adalah suatu bentuk kesadaran ditandai dengan keadaan memisahkan sebagian tingkah laku atau kejadian dirinya secara psikologi dari kesadaran.
7. Trance
Adalah keadaan kesadaran tanpa reaksi yang jelas terhadap lingkungan yang biasanya mulai dengan mendadak.
8. Hipnotis
Adalah kesadaran yang sengaja diubah melalui sugesti.
9. Kesadaran yang terganggu
Tingkat Kesadaran
Tingkat kesadaran dibagi menjadi:
1. Komposmetis
Sadar sepenuhnya, baik terhadap dirinya maupun lingkungannya. Pasien dapat menjawab pertanyaan pemeriksa dengan baik.
2. Apatis
Pasien tampak segan dan acuh tak acuh terhadap lingkungannya.
3. Delirium
Penurunan kesadaran disertai kekacauan motorik dan siklus tidur-bangun yang terganggu. Pasien tampak gaduh, gelisah, kacau, disorientasi dan meronta-ronta.
4. Somnolen (letargie)
Keadaan mengantuk yang masih dapat pulih bila dirangsang, tapi bila rangsang berhenti, pasien akan tidur kembali.
5. Sopor (Stupor)
Keadaan mengantuk yang dalam. Bisa dibangunkan dengan rangsang kuat (rangsang nyeri), tapi pasien tidak bangun sempurna dan tidak dapat memberikan jawaban verbal dengan baik.
6. Semi koma
Penurunan kesadaran yang tidak memberikan respon terhadap verbal, dan tidak dapat dibangunkan sama sekali, tapi reflex (kornea, pupil) masih baik. Respon nyeri tidak kuat.
7. Koma
Penurunan kesadaran yang sangat dalam, tidak ada gerakan spontan dan tidak ada respon terhadap rangsang nyeri.
[b]Maramis. W.F, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Cetakan ke VI, Airlangga University Press, Surabaya 1992. hal 179-211.


Selvi SulistiaNingsih

Posts : 6
Reputation : 0
Join date : 2015-11-26

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum