Gangguan Persepsi

View previous topic View next topic Go down

Gangguan Persepsi

Post by Bella Sagita Pratiwi on Wed Jan 20, 2016 1:38 pm

GANGGUAN PERSEPSI

Persepsi adalah daya mengenal barang, kualitas, atau hubungan serta perbedaan antara hal ini melalui proses mengamati, mengetahui, dan mengartikan setelah panca inderanya mendapat rangsangan.

A. Halusinasi adalah pencerapan tanpa adanya rangsang apapun pada panca indera seorang pasien, yang terjadi dalam keadaan sadar atau bangun dasarnya mungkin organic, fungsional, psikotik ataupun histerik.
Jenis-jenis halusinasi :
1. Halusinasi penglihatan (visual, optik): tak berbentuk (sinar, kilapan atau pola cahaya) atau berbentuk (orang, binatang atau barang lain yang dikenalnya), berwarna atau tidak.
2. Halusinasi pendengaran (auditif, akustik) : suara manusia, hewan, atau mesin, barang, kejadian ilmiah dan musik.
3. Halisinasi pencium (olfaktorik) : mencium sesuatu bau.
4. Halusinasi pengecap (gustatorik) : merasa mengecap sesuatu.
5. Halusinasi peraba (taktil) : merasa diraba, disentuh, ditiup, disinari atau seperti ada ulat bergerak di bawah kulitnya.
6. Hausinasi kinestetik : merasa badannya bergerak dalam sebuah ruang, atau anggota badannya bergerak (umpamanya anggota badan bayangan atau “phantom limb”).
7. Halusinasi viseral : perasaan tertentu timbul dalam tubuhnya.
8. Halusinasi hipnagogik : terdapat ada kalanya pada seorang yang normal, tepat sebelum tertidur persepsi sensorik bakarja salah.
9. Halusinasi hipnopimpik : terdapat ada kalanya pada seorang yang normal, tepat sebelum terbangun samasekali dari tidurnya.
10. Halusiasi histerik : timbul pada nerosa histerik karena konflik emosional.
Isi halusinasi itu merupakan tema halusinasi, termasuk interpretasi pasien tentang halusinasinya (mengancam, menyalahkan, keagamaan, menghinakan, kebesaran, seksual, membesarkan hati, membujuk atau yang baik-baik saja).
Keyakinan tentang halusinasi ialah sejauh manakan pasien itu yakin baha halusinasinya merupakan kejadian yang benar, umpamanya mengetahui bahwa hal itu tidak benar, ragu-ragu atau yakin sekali bahwa hal tersebut benar adanya.
Halusinasi itu dapat timbul pada skizofrenia dan pada psikosa fungsional yang lain, pada sindroma otak organic, epilepsy (sebagai aura), nerosa histerik, intoksikasi atropine atau kecubung, zat halusinogenik dan pada deprivasi sensorik.

B. Ilusi adalah interpretasi atau penilaian yang salam tentang pencerapan yang sungguh terjadi karena rangsang pada panca indera. Umpamanya : bunyi angin didengarnya seperti dipaggil namanya, bayangan daun dilihat seperti seorang penjahat. Adapun ilusi itu sangat dipengaruhi oleh emosi pada suatu waktu tertentu dan biasanya yang bersangkutan dapat mengoreksi sesudahnya. Ilusi itu dibedakan dari “halusinasi”, dari “pikiran hubungan“ dan dari “disorientasi”.

C. Depersonalisasi adalah perasaan aneh tentang dirinya atau perasaan bahwa pribadinya sudah tidak seperti biasa lagi/tidak menurutkenyataan. Umpamanya : rasanya seperti sudah diluar badannya (misalnya pengalaman diluar tubuh) atau sesuatu di bagian tubuhnya sudah bukan kepunyaannya lagi. Ini dibedakan dari waham “hipnokhodrik” dan dari disorientasi terhadap dirinya. Depersonalisasi itu adakalanya ditemukan juga pada sindroma lobus parietalis.

D. Derealisasi adalah perasaan aneh tentang lingkungannya dan tidak menurut kenyataan, umpamanya segala sesuatu yang dialaminya seperti dalam impiannya. Ini dibedakan dari “kesadaran yang berubah”.

E. Gangguan somatosensorik pada reaksi konversi : sering secara simbolik menggambarkan suatu konflik emosional, dibedakan dari gangguan psikofisiologik (bagian yang terkena disarafi oleh susunan saraf vegetatif), dari penipuan atau stimulasi (dilakukan secara sadar) dan dari gangguan neurologik (tanda-tandanya sesuai dengan anatomi susunan saraf). Jika sudah pasti bahwa reaksi itu merupakan reaksi konversi, baru dicatat dan dicantumkan jenis reaksi itu, misalnya :
1. Anesthesia : kehilangan indera peraba pada kulit pasien; tetapi tidak sesuai dengan anatomi saraf.
2. Paresthesia : indera peraba yang berubah, umpamanya merasa seperti ditusuk-tusuk jarum, seperti ada semut berjalan, merasa panas atau tebal pada kulitnya.
3. Gangguan penglihatan atau pendengaran.
4. Perasaan nyeri.
5. Makropsia : benda-benda kelihatan lebih besar dari yang sebenarnya, kadang-kadang begitu besar, sehingga mengerikan; terdapat pada nerosa histerik.
6. Mikropsia : benda-benda kelihatan lebih kecil dari yang sesungguhnya, dapat berganti-ganti dengan makropsia pada histeria (atau dapat timbul pada delirium tremens).

F. Gangguan psikofisiologik ialah gejala atau gangguan apada bagian tubuh yang disarafi oleh susunan saraf vegetative dan yang disebabkan oleh gangguan emosi. Peruerubahan fisiologik ini biasanya menyertai keadaan emosi tertentu; pada umumnya reversible dan biasanya tidak mengakibatkan kerusakan jaringan yang permanent. Gangguan seperti ini mungkin terjadi pada :
1. Kulit : dermatitis, urtikaria, pruritus dan hyperhidrosis
2. Otot dan tulang : otot tegang sampai kaku : “tension headache”, “lowback pain”.
3. Alat pernafasan : sindroma hiperventilasi (bernapas berlebihan sehingga dapat menimbulkan rasa pusing, kepala enteng, paresthesia pada tangan dan sekitar mulut, merasa berat di dada, napas rasanya pendek/kurang panjang, tenggorokan kering, perut gembung, tetani) dan asthma bronkiale.
4. Jantung dan pembuluh darah : palpitasi, hipertensi, “vascular headache”.
5. Alat pencernaan : lambung perih, nausea dan muntah-muntah, meteorisme, konstipasi, diare.
6. Alat kemih dan kelamin : sering kencing, enuresis, eyakulasio prekox, disparenia, dismenorea, frigiditas dan impotensi.
7. Panca-indera : mata berkunang-kunang dan tinnitus.

G. Agnosia : ketidakmampuan untuk mengenal dan mengartikan pencerapan, sebagai akibat kerusakan otak.


Sumber : W.E. Maramis. Ilmu Kedokteran Jiwa. 2005. Surabaya : Airlangga University Press.

Bella Sagita Pratiwi
Admin

Posts : 5
Reputation : 0
Join date : 2016-01-20
Age : 25
Location : Bengkulu

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum